PRAYER

PRAYER
Some people have either positive or negative point of view about prayer.Some people think that prayer is just a cliche or fantasy,but some think that prayer is real.

For me prayer is powerful. It is more powerful than Hitler. It is more gorgeous than Brad Pitt. It is more lovely than Cinderella and it is more beautiful than the flourishing flower. Prayer is a sincere relationship between me and my beloved Lord. It is a way for me to state my gratitude to Him and also a means for me to complaint about my life.

I can speak softly to God but in another day I can shout at him and say my negative words to Him. I can express whatever feeling I have to Him. I remembered one day, when I searched my name on the list of the participants who pass the test to be government official and found that my name was not there. I was so upset, I was so disappoint with God. I thought that God doesn’t love me that He doesn’t care for me. I cried and complain to God for his mercy was far away from me at that time and even until today when I think it over again. Why God didn’t put me as a government teacher? Why He put me in a private school where I serve the high class people? Didn’t He know that I want to be with the needy children? Didn’t He know that I want to serve my country by being the teacher for the government school?

Why I want to be the teacher of the government school, these are the reasons:
1. The students don’t pay anything for the school fee, so most of them come from lower level family.
2. The students don’t have access to the modern world.
3. The students are fine with their own lives without having a will to struggle for better future.
4. The students are not motivated to achieve great success in life.
5. The students need to be introduced to the outer world so they know where they stand.
6. The students need to focus on what they are good at.
7. The students need the opportunity to express themselves and show their talent.
8. The students need to be guided to see their weaknesses and be helped to overcome it.

Those are few reasons that I can list down. However there are more reasons that I have in my mind that I couldn’t write here. I list those reasons because I fell and I am sure that I can help those students to fulfill all the list mentioned above.

Then what do I get for given them all the list above?
1. I have the opportunity to explore my talent, quality and capability. If I become a government official, I will have the opportunity to explore everything in me without doubt that I will be fired because of my ideas.
2. I will have the opportunity to study in a university by getting scholarship.
3. My brain will always be active to create new ideas.
4. I will have the chance to improve my capability.
5. I can create an active working environment.
6. I can create new club that consist of active and dynamic members.
7. My life will be useful for others.
8. A clear carrier hierarchy.
9. A monthly salary so I can fulfill my daily needs.
10. I might become the next minister of education.

I still pray that my dream will come true. I don’t know the stepping stone that I step right now but I believe that God will lead me the way.

Power of prayer is still exist until now and I have the faith that I will be achieve my goal. May God be my witness and my guide.

And this is my prayer:

Our Father who art in heaven,
hallowed be thy name.
Thy kingdom come.
Thy will be done
on earth as it is in heaven.
Give us this day our daily bread,
and forgive us our trespasses,
as we forgive those who trespass against us,
and lead us not into temptation,
but deliver us from evil.
For thine is the kindom,
and the power, and the glory,
for ever and ever
Amen

Ibrani 13 Ayat 5

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5

Vivien adalah seorang gadis biasa, yang tinggal dan dibesarkan ditengah-tengah keluarga sederhana, jauh dari kemewahan dan keglamoran hidup ibukota Jakarta. Sejak kecil ia terbiasa mandiri, mengerjakan segala sesuatu sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Karena terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, maka ia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Hari-hari dalam hidupnya dihabiskannya untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Ia bekerja keras setiap harinya dengan harapan bisa mendapat kehidupan yang lebih baik, bukan keinginan untuk menjadi kaya, namun keinginan agar ia tetap dapat bertahan hidup ditengah-tengah kehidupan ibukota yang serba sulit.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun namun kehidupannya tak kunjung berubah, hidupnya biasa saja dan tetap menjadi biasa, padalah ia bekerja mulai dari pagi hari sampai malam hari, mulai dari hari senin sampai hari minggu. Namun apakah yang ia dapat? Kekayaankah, kemakmuran atau kenyamanan hidupkah?Jawabannya, “T-I-D-A-K” sama sekali ‘Tidak”. Ia tidak menjadi kaya dalam harta, makmur dalam hidup apalagi merasa nyaman dalam menjalani kehidupannya.

Friends, sering kali kita melakukan hal yang sama dengan Vivien.Menghabiskan lebih banyak waktu kita untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup dan harapan kita. Tetapi kita lupa bahwa Tuhanlah yang empunya kehidupan kita. Melalui Dialah kita bisa hidup dan bukan hanya sekedar hidup yang ‘biasa’ melainkan hidup yang berkelimpahan. Seperti tertulis di dalam FirmanNya,

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10.

Yesus sendiri yang berkata bahwa Ia datang agar kita memperoleh hidup yang berkelimpahan namun janganlah kita berpikiran sempit dan membatasi arti kelimpahan hanya pada materi dan kekayaan. Namun kelimpahan memiliki arti yang lebih luas, kelimpahan dalam kasih sayang, orang tua yang selalu mendukung kita, teman-teman dan sahabat yang kita punya, suami atau isteri yang selalu ada disamping kita, pekerjaan yang sampai saat ini masih bisa kita jalani, kesehatan prima yang kita rasakan, keindahan alam yang kita lihat, makanan yang kita nikmati, tempat-tempat yang kita kunjungi dan masih banyak lainnya. Bukankah hal tersebut merupakan anugerah Tuhan dalam hidup kita?

To all my beloved friends, janganlah himpitan hidup, kekecewaan hati, keinginan mata dan kemewahan dunia membuat kita jauh dari Tuhan. Apalagi jika hal-hal tersebut mengubah diri kita menjadi ‘hamba uang’, dimana setiap harinya yang kita pikirkan hanya uang… uang… dan… uang dan selalu mencari cara agar setiap hari pundi-pundi kita selalu terisi penuh. Janganlah kiranya uang membuat kita jauh dari Tuhan apalagi sampai meninggalkanNya. Percayalah bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan kita dan Dia juga sekali-kali tidak akan meninggalkan kita. Janganlah kuatir akan kehidupan kita. Janganlah kuatir akan hari esok, lusa atau hari-hari yang akan datang karena Tuhan akan ada dan selalu ada untuk membimbing, menolong, menopang, mengasihi dan memberkati kita. Percayalah kepada janji Tuhan dan setialah kepadaNya. Ia sendiri yang berjanji bahwa orang-orang yang dikasihiNya tidak akan pernah meminta-minta, bahkan yang lebih luar biasanya lagi, Tuhan memberkati orang yang dikasihinya ketika tidur. Mazmur 127 ayat 2 berkata, “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah-sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur.

So Friends, alasan apa yang kita punya sehingga kita menjauhi Tuhan. Marilah kita menjadi orang-orang yang mengasihi dan dikasihi Tuhan agar kita hidup di dalam kelimpahan kasih Tuhan, kasih yang sejati.

Salam persahabatan dalam Tuhan Yesus,