Percaya Kepada Tuhan Saat Tak Ada Harapan

Cita-cita kandas, harapan hilang, dan keinginan pun berangsur-angsur sirna karena ketidakadilan hidup.

Setelah mengabdi pada sebuah perusahaan swasta selama lebih kurang 5 tahun dan telah memberikan keuntungan besar pada perusahaan itu, tetapi status kepegawaian kita tetap sebagai pegawai kontrak outsourcing tanpa tahu kapan akan diangkat menjadi pegawai tetap.

Walaupun jujur dalam bekerja, cekatan, disiplin, dan mengikuti aturan kerja dengan baik, jabatan kita tak kunjung naik.

Begitu pula ketika kita mengikuti prosedur tes kepegawaian dengan benar dan lulus ujian tertulis, tetapi tak lulus wawancara karena tak sanggup menyogok panitia penerimaan pegawai sehingga tidak lolos seleksi.

Hidup ini terkadang tidak adil, curang, culas, dan penuh dengan tipu daya. Ketika hal tersebut menimpa diri kita, apakah kita tetap percaya pada Tuhan?

Pernahkah Anda mengalami situasi ketika semua jalan tertutup, semua usaha gagal, dan peluang pun tak ada? Di saat seperti itu apakah Anda tetap yakin teguh akan kebesaran rencana Tuhan dalam hidup Anda?

Stop meragukan Yesus. Di dunia ini, pribadi yang sangat menginginkan kita bahagia, sukses, makmur, sehat, dan sejahtera adalah Yesus. Hanya Dia-lah yang membantu dan menolong kita, yang senantiasa menjaga dan memelihara kita, serta mencukupkan segala kebutuhan kita.

Berhentilah bersungut-sungut atas ketidakadilan hidup dan berhentilah meragukan kasih serta kuasa Yesus dalam hidup kita. Namun, mulailah percaya bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan yang penuh dengan keselamatan dan damai sejahtera. Percayalah, jika Yesus mengatakan “Y̅a” maka apa pun dan siapa pun tak akan ada yang mampu mengubahnya menjadi “Tidak”.

Sudahkah Anda percaya 100 persen pada Yesus?

Advertisements

Bangga Memiliki Yesus

“Dunia tidak akan pernah bisa menjauhkanku dari Yesus.”

 

Sering kali kita melihat dan merasakan kemewahan dunia ini yang membuat kita jauh dari Tuhan Yesus. Mata jasmani kita melihat gemerlapnya dan  tubuh jasmani kita merasakan nikmatnya.

 

Ada beberapa hal dalam dunia yang membuat kita terlena dan sangat menikmati hidup, di antaranya adalah ketiga hal berikut:

 

1)      Harta

 

Uang dan kekayaan adalah hal paling utama yang membuat manusia sangat nyaman dengan kehidupannya. Seseorang bisa membeli apa pun dengan uang yang ia miliki dan lebih ironis lagi, bukan hanya benda yang dapat dibeli oleh uang, melainkan manusia pun dapat dibeli dengan uang. Itulah sebabnya ada istilah suap-menyuap dalam kehidupan. 

 

Sangat nikmat dan menyenangkan menjadi orang kaya. Makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kendaraan tidak menjadi masalah. Tidak ada satu benda pun di dunia ini yang tidak mampu dibeli oleh seseorang yang kaya harta.

 

2)      Jabatan

 

Seseorang dengan jabatan tertinggi pada suatu bidang pekerjaan merupakan hal yang sangat membanggakan. Ia akan mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya. Semua orang akan menaruh rasa hormat kepadanya.

 

Adakah orang yang menolak untuk menjadi pemimpin atau big boss?  Jawabannya pasti “TIDAK”. Semua orang pasti mau menjadi pemimpin atau big boss dikarenakan oleh beberapa hal berikut:

a.) memiliki harga diri lebih tinggi dari orang lain

b.) mendapatkan pelayanan nomor satu atau terbaik

c.) memiliki kekuasaan

d.) dapat berbuat hal apa saja yang diinginkan hatinya

e.) tidak ada seorang pun yang dapat melarang atau menghentikan langkahnya

f.) menjadi terkenal

 

Dengan keenam alasan di atas, banyak orang rela melakukan berbagai macam cara agar dapat menjadi pimpinan tertinggi, misalnya menjadi presiden, anggota dewan, kepala daerah, kepala kepolisian, dan kepala biro.

 

3)      Hiburan

 

Dunia menawarkan hiburan yang sangat menyenangkan hati, contohnya hiburan musik, tarian, film, teater, bahkan hiburan seks. Di kota besar seperti Jakarta, semua hiburan tersedia dan mudah didapat. Asal Anda memiliki uang, Anda bisa mendapatkan jenis hiburan yang Anda mau. Ada banyak festival dan acara musik yang saat ini sedang digemari penduduk Jakarta, mulai dari pementasan musik yang sopan sampai pementasan musik “plus-plus” pun tersedia. 

 

Di beberapa negara yang menganut paham kebebasan, hiburan seks merupakan hal yang biasa, bahkan mereka secara terbuka menawarkan hiburan seks kepada setiap orang yang mampu membayar. Hiburan pun dikemas dengan sangat menarik sehingga pengunjung tempat hiburan tersebut merasa nyaman untuk menikmatinya.

 

Ketiga hal di atas (harta, jabatan, dan hiburan) merupakan kesenangan yang ditawarkan dunia. Namun, tanpa disadari, jika Anda memilikinya tanpa adanya Yesus, maka ketiga hal di atas adalah “SIA-SIA”.

 

Dunia memberikan harta, jabatan, dan hiburan dengan satu tujuan, yaitu untuk menghancurkan. Iblis menggunakan ketiga hal tersebut untuk menjauhkan kita dari Tuhan Yesus. Saat ini kita bisa melihat dan merasakan bahwa ada banyak orang yang meninggalkan Yesus karena mereka ingin mendapatkan harta dan jabatan. Namun, mereka tidak mengerti bahwa keputusan meninggalkan Yesus adalah keputusan untuk hidup dalam kehancuran dan kegelapan.

 

Di dalam Yohanes 8:12, Yesus berkata, “Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

 

Ayat tersebut memiliki pesan yang sangat jelas. Yesus sendiri yang berkata bahwa orang yang mengikut Dia adalah orang-orang yang mempunyai terang hidup. Lalu bagaimana dengan orang yang meninggalkan-Nya?

 

Di dalam Yohanes 15:6 dijelaskan bahwa orang yang tidak tinggal di dalam Yesus, ia akan dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan dan dicampakkan ke dalam api, lalu dibakar.

 

Hidup di dalam Yesus adalah hidup yang berkemenangan dan hidup yang berkelimpahan. Marilah kita melihat apa yang Yesus tawarkan dengan mengikuti Dia.

 

1)      Damai sejahtera: Yesus menawarkan damai sejahtera. Damai yang Ia berikan tidak sama seperti yang dunia berikan. (Yohanes 14:27)

 

2)      Kelegaan: Tidak ada yang lebih menenangkan jiwa daripada kelegaan hati dan hanya Yesus yang bisa dan sanggup memberikan kelegaan, tidak ada yang lain. (Matius 11:28)

 

3)      Jalan, kebenaran, dan hidup. Yesus menawarkan jalan, kebenaran, dan hidup. (Yohanes 14:6)

 

4)      Keselamatan: Keselamatan hanya ada di dalam Yesus. Kisah Para Rasul 4:12

 

5)      Hidup berkelimpahan dan berkemenangan (Yohanes 10:10)

 

Yang dimaksud Yesus dengan hidup berkelimpahan maksudnya adalah hidup yang berkemenangan. Menang atas dosa, hidup kembali setelah kematian, hidup selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Di dalam Yohanes 11:25 Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”

 

Selain karena lima hal di atas yang ditawarkan oleh Yesus, kita juga mengikut Dia karena Yesus merupakan teladan yang baik.

 

1)      lemah lembut dan rendah hati, Matius 11:29

2)      penuh kasih: Yohanes 15:12

3)      sahabat setia: Yohanes 15:13,Yohanes 15:15

4)      rajin berdoa: Matius 14:23

5)      mengampuni: Kolose 1:13-15

 

Memiliki Yesus berarti memiliki hidup. Dengan memiliki Yesus, kita memiliki segalanya. Lalu apakah kita memerlukan hal lain di luar Yesus? Apakah kita layak meninggalkan Yesus demi kekayaan, jabatan, atau hiburan yang ditawarkan dunia? Apakah Yesus tidak cukup baik untuk dipertahankan? Apakah memilih Yesus adalah pilihan yang salah?

 

 

 

Salam kasih dan setia dalam Kristus Yesus,

 

Vivien Pangaribuan

PRAYER

PRAYER
Some people have either positive or negative point of view about prayer.Some people think that prayer is just a cliche or fantasy,but some think that prayer is real.

For me prayer is powerful. It is more powerful than Hitler. It is more gorgeous than Brad Pitt. It is more lovely than Cinderella and it is more beautiful than the flourishing flower. Prayer is a sincere relationship between me and my beloved Lord. It is a way for me to state my gratitude to Him and also a means for me to complaint about my life.

I can speak softly to God but in another day I can shout at him and say my negative words to Him. I can express whatever feeling I have to Him. I remembered one day, when I searched my name on the list of the participants who pass the test to be government official and found that my name was not there. I was so upset, I was so disappoint with God. I thought that God doesn’t love me that He doesn’t care for me. I cried and complain to God for his mercy was far away from me at that time and even until today when I think it over again. Why God didn’t put me as a government teacher? Why He put me in a private school where I serve the high class people? Didn’t He know that I want to be with the needy children? Didn’t He know that I want to serve my country by being the teacher for the government school?

Why I want to be the teacher of the government school, these are the reasons:
1. The students don’t pay anything for the school fee, so most of them come from lower level family.
2. The students don’t have access to the modern world.
3. The students are fine with their own lives without having a will to struggle for better future.
4. The students are not motivated to achieve great success in life.
5. The students need to be introduced to the outer world so they know where they stand.
6. The students need to focus on what they are good at.
7. The students need the opportunity to express themselves and show their talent.
8. The students need to be guided to see their weaknesses and be helped to overcome it.

Those are few reasons that I can list down. However there are more reasons that I have in my mind that I couldn’t write here. I list those reasons because I fell and I am sure that I can help those students to fulfill all the list mentioned above.

Then what do I get for given them all the list above?
1. I have the opportunity to explore my talent, quality and capability. If I become a government official, I will have the opportunity to explore everything in me without doubt that I will be fired because of my ideas.
2. I will have the opportunity to study in a university by getting scholarship.
3. My brain will always be active to create new ideas.
4. I will have the chance to improve my capability.
5. I can create an active working environment.
6. I can create new club that consist of active and dynamic members.
7. My life will be useful for others.
8. A clear carrier hierarchy.
9. A monthly salary so I can fulfill my daily needs.
10. I might become the next minister of education.

I still pray that my dream will come true. I don’t know the stepping stone that I step right now but I believe that God will lead me the way.

Power of prayer is still exist until now and I have the faith that I will be achieve my goal. May God be my witness and my guide.

And this is my prayer:

Our Father who art in heaven,
hallowed be thy name.
Thy kingdom come.
Thy will be done
on earth as it is in heaven.
Give us this day our daily bread,
and forgive us our trespasses,
as we forgive those who trespass against us,
and lead us not into temptation,
but deliver us from evil.
For thine is the kindom,
and the power, and the glory,
for ever and ever
Amen

Ibrani 13 Ayat 5

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5

Vivien adalah seorang gadis biasa, yang tinggal dan dibesarkan ditengah-tengah keluarga sederhana, jauh dari kemewahan dan keglamoran hidup ibukota Jakarta. Sejak kecil ia terbiasa mandiri, mengerjakan segala sesuatu sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Karena terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, maka ia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Hari-hari dalam hidupnya dihabiskannya untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Ia bekerja keras setiap harinya dengan harapan bisa mendapat kehidupan yang lebih baik, bukan keinginan untuk menjadi kaya, namun keinginan agar ia tetap dapat bertahan hidup ditengah-tengah kehidupan ibukota yang serba sulit.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun namun kehidupannya tak kunjung berubah, hidupnya biasa saja dan tetap menjadi biasa, padalah ia bekerja mulai dari pagi hari sampai malam hari, mulai dari hari senin sampai hari minggu. Namun apakah yang ia dapat? Kekayaankah, kemakmuran atau kenyamanan hidupkah?Jawabannya, “T-I-D-A-K” sama sekali ‘Tidak”. Ia tidak menjadi kaya dalam harta, makmur dalam hidup apalagi merasa nyaman dalam menjalani kehidupannya.

Friends, sering kali kita melakukan hal yang sama dengan Vivien.Menghabiskan lebih banyak waktu kita untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup dan harapan kita. Tetapi kita lupa bahwa Tuhanlah yang empunya kehidupan kita. Melalui Dialah kita bisa hidup dan bukan hanya sekedar hidup yang ‘biasa’ melainkan hidup yang berkelimpahan. Seperti tertulis di dalam FirmanNya,

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10.

Yesus sendiri yang berkata bahwa Ia datang agar kita memperoleh hidup yang berkelimpahan namun janganlah kita berpikiran sempit dan membatasi arti kelimpahan hanya pada materi dan kekayaan. Namun kelimpahan memiliki arti yang lebih luas, kelimpahan dalam kasih sayang, orang tua yang selalu mendukung kita, teman-teman dan sahabat yang kita punya, suami atau isteri yang selalu ada disamping kita, pekerjaan yang sampai saat ini masih bisa kita jalani, kesehatan prima yang kita rasakan, keindahan alam yang kita lihat, makanan yang kita nikmati, tempat-tempat yang kita kunjungi dan masih banyak lainnya. Bukankah hal tersebut merupakan anugerah Tuhan dalam hidup kita?

To all my beloved friends, janganlah himpitan hidup, kekecewaan hati, keinginan mata dan kemewahan dunia membuat kita jauh dari Tuhan. Apalagi jika hal-hal tersebut mengubah diri kita menjadi ‘hamba uang’, dimana setiap harinya yang kita pikirkan hanya uang… uang… dan… uang dan selalu mencari cara agar setiap hari pundi-pundi kita selalu terisi penuh. Janganlah kiranya uang membuat kita jauh dari Tuhan apalagi sampai meninggalkanNya. Percayalah bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan kita dan Dia juga sekali-kali tidak akan meninggalkan kita. Janganlah kuatir akan kehidupan kita. Janganlah kuatir akan hari esok, lusa atau hari-hari yang akan datang karena Tuhan akan ada dan selalu ada untuk membimbing, menolong, menopang, mengasihi dan memberkati kita. Percayalah kepada janji Tuhan dan setialah kepadaNya. Ia sendiri yang berjanji bahwa orang-orang yang dikasihiNya tidak akan pernah meminta-minta, bahkan yang lebih luar biasanya lagi, Tuhan memberkati orang yang dikasihinya ketika tidur. Mazmur 127 ayat 2 berkata, “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah-sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur.

So Friends, alasan apa yang kita punya sehingga kita menjauhi Tuhan. Marilah kita menjadi orang-orang yang mengasihi dan dikasihi Tuhan agar kita hidup di dalam kelimpahan kasih Tuhan, kasih yang sejati.

Salam persahabatan dalam Tuhan Yesus,

Hello world!

Hello Friends,

Welcome to the Christian blog. Í’m Vivien. This blog is a means for you and me where we can come together to discuss and cherish our lives in Christ. If you have an article that want to be published here, you can send it through my email velyvivien@yahoo.com. I will be very happy to publish it for you so that many people can experience God in their lives, be touched and be blessed.

May God be our guide in our life. God bless us all