Ibrani 13 Ayat 5

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5

Vivien adalah seorang gadis biasa, yang tinggal dan dibesarkan ditengah-tengah keluarga sederhana, jauh dari kemewahan dan keglamoran hidup ibukota Jakarta. Sejak kecil ia terbiasa mandiri, mengerjakan segala sesuatu sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Karena terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, maka ia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Hari-hari dalam hidupnya dihabiskannya untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Ia bekerja keras setiap harinya dengan harapan bisa mendapat kehidupan yang lebih baik, bukan keinginan untuk menjadi kaya, namun keinginan agar ia tetap dapat bertahan hidup ditengah-tengah kehidupan ibukota yang serba sulit.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun namun kehidupannya tak kunjung berubah, hidupnya biasa saja dan tetap menjadi biasa, padalah ia bekerja mulai dari pagi hari sampai malam hari, mulai dari hari senin sampai hari minggu. Namun apakah yang ia dapat? Kekayaankah, kemakmuran atau kenyamanan hidupkah?Jawabannya, “T-I-D-A-K” sama sekali ‘Tidak”. Ia tidak menjadi kaya dalam harta, makmur dalam hidup apalagi merasa nyaman dalam menjalani kehidupannya.

Friends, sering kali kita melakukan hal yang sama dengan Vivien.Menghabiskan lebih banyak waktu kita untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup dan harapan kita. Tetapi kita lupa bahwa Tuhanlah yang empunya kehidupan kita. Melalui Dialah kita bisa hidup dan bukan hanya sekedar hidup yang ‘biasa’ melainkan hidup yang berkelimpahan. Seperti tertulis di dalam FirmanNya,

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10.

Yesus sendiri yang berkata bahwa Ia datang agar kita memperoleh hidup yang berkelimpahan namun janganlah kita berpikiran sempit dan membatasi arti kelimpahan hanya pada materi dan kekayaan. Namun kelimpahan memiliki arti yang lebih luas, kelimpahan dalam kasih sayang, orang tua yang selalu mendukung kita, teman-teman dan sahabat yang kita punya, suami atau isteri yang selalu ada disamping kita, pekerjaan yang sampai saat ini masih bisa kita jalani, kesehatan prima yang kita rasakan, keindahan alam yang kita lihat, makanan yang kita nikmati, tempat-tempat yang kita kunjungi dan masih banyak lainnya. Bukankah hal tersebut merupakan anugerah Tuhan dalam hidup kita?

To all my beloved friends, janganlah himpitan hidup, kekecewaan hati, keinginan mata dan kemewahan dunia membuat kita jauh dari Tuhan. Apalagi jika hal-hal tersebut mengubah diri kita menjadi ‘hamba uang’, dimana setiap harinya yang kita pikirkan hanya uang… uang… dan… uang dan selalu mencari cara agar setiap hari pundi-pundi kita selalu terisi penuh. Janganlah kiranya uang membuat kita jauh dari Tuhan apalagi sampai meninggalkanNya. Percayalah bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan kita dan Dia juga sekali-kali tidak akan meninggalkan kita. Janganlah kuatir akan kehidupan kita. Janganlah kuatir akan hari esok, lusa atau hari-hari yang akan datang karena Tuhan akan ada dan selalu ada untuk membimbing, menolong, menopang, mengasihi dan memberkati kita. Percayalah kepada janji Tuhan dan setialah kepadaNya. Ia sendiri yang berjanji bahwa orang-orang yang dikasihiNya tidak akan pernah meminta-minta, bahkan yang lebih luar biasanya lagi, Tuhan memberkati orang yang dikasihinya ketika tidur. Mazmur 127 ayat 2 berkata, “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah-sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur.

So Friends, alasan apa yang kita punya sehingga kita menjauhi Tuhan. Marilah kita menjadi orang-orang yang mengasihi dan dikasihi Tuhan agar kita hidup di dalam kelimpahan kasih Tuhan, kasih yang sejati.

Salam persahabatan dalam Tuhan Yesus,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s